Sudah 6 bulan, saya menggunakan subversion untuk mengorganisir pengembangan aplikasi saya dan menggunakan Terminal sebagai klien-nya. Selama 1 bulan saya menggunakan Terminal terasa sangat membosankan dan akhirnya saya menggunakan SvnX sebagai GUI untuk subversion. Selama saya menggunakan SvnX, sering sekali terjadi crash yang menyebabkan kegagalan ketika melakukan sync. Maka, dimulailah petualangan saya menjelajahi "Google World" untuk menemukan GUI bagi subversion.


Pilihan pertama jatuh kepada SmartSVN. SmartSVN dikembangkan oleh Syntevo Software Development. Aplikasi ini berbasis java karena menggunakan Eclipse sebagai basisnya dan SmartSVN di-implementasikan ke dalam Eclipse sebagai Plugin. Ketika mencoba menjalankan SmartSVN, Startup-nya cukup lama dikarenakan harus memanggil Java Virtual Machine (JVM) dan akhirnya SmartSVN saya masukkan ke Trash.


Pilihan kedua jatuh kepada SyncroSVN. Tidak jauh beda dengan SmartSVN, SyncroSVN juga menggunakan java.
Sekali lagi saya memanggil mantra ajaib "Trash".


Pilihan ketiga, saya memilih Cornerstone. Cornerstone dikembangkan dengan menggunakan Cocoa, yang merupakan bahasa pemograman di MacOS. Selain tidak perlu memanggil Virtual Machine, aplikasi ini juga memiliki beberapa keunggulan, seperti
  • desain tampilan yang menarik.
  • Mudah untuk mengorganisasi Repositories dan Working Copies.
  • Comparing file dengan cepat.
  • Mendukung protokol HTTPS, HTTP, SVN, SVN+SSH dan File.

Beberapa Screenshot Cornerstone

  • Halaman depan


    Cornerstone Startup

  • Peng-organisasian Repository dan Working Copy

    Repositories  Working Copies
  • Peng-organisasian file


    File Organizing



Sudah 2 minggu, saya menggunakan Cornerstone dan terasa nyaman menggunakannya.

Incoming search terms for the article:

Category: Komputer, Mac OS X
Tags: , ,